Think Out of The Box (Berfikir di luar Kotak)

Think out of the box

Think out of the box

Berfikir di luar Kotak

Berfikir Kreatif , Memandang Persoalan dari Sudut Pandang/ Perspektif yang Baru.

puzzle 9 titik

Sebelum kita lanjutkan isi artikel, bagi pembaca yang belum mengetahui tebakan/teka-teki sembilan titik, coba perhatikan gambar di atas kumpulan titik-titik berjumlah sembilan titik membentuk sebuah kotak. Rangkaian titik-titik tersebut dikenal luas dengan teka-teki 9 titik. Teka-teki 9 titik di atas pertama kali diperkenalkan oleh seorang matematikawan Inggris Henry Ernest Dudeney. 

Cobalah anda memecahkan teka-teki 9 titik di atas. Anda diminta berusaha menghubungkan semua titik (dengan menarik garis lurus dari satu titik ke titik yang lain tanpa terputus) dengan menarik maksimum empat garis lurus tanpa mengangkat pena dan tidak boleh berbalik arah dari garis yang sudah dibuat sebelumnya.  Jadi syaratnya adalah: 

  1. Tarik Garis Lurus dari satu titik ke titik lainnya
  2. Garis tersebut tidak boleh terputus
  3. Hanya ada empat kali kesempatan menarik garis
  4. Garis tersebut harus mengenai semua titik yang ada (9 titik)

Sebelum lanjutkan membaca artikel ini,

cobalah dulu teka-teki 9 titik di atas. Silakan dicoba dulu……!

Silakan fokus memecahkan teka-teki 9 titik tersebut…!

AYO JANGAN MALU-MALU,  DICOBA DULU…..hehe…

Never give up! ayo dicoba lagi….

AYO, COBA LAGI….

Ayolah,…jangan malu-malu…hehe

Bagaimana sudah terpecahkan teka-tekinya?

Kalau BELUM….Umumnya kita, yang belum mengetahui triknya adalah menarik garis berkutat di dalam kotak 9 titik tersebut dan hasilnya “gagal” tidak menemukan jawaban menghubungkan titik-titik tersebut dengan menarik hanya 4 kali garis.

Nah, ternyata jawabannya adalah sebagai berikut:

Jawaban tebakan sembilan titik

 

Ternyata jawabannya adalah saat menarik garis pada kesempatan kedua dan ketiga (tarikan garis melewati titik-titik tersebut pada langkah yang kedua dan ketiga) kita harus menarik garis ke luar melewati kotak 9 titik itu.  

Cara yang sama diterapkan untuk teka-teki untuk teka-teki 16 titik di bawah ini (hanya boleh menarik garis enam kali kesempatan).

teka-teki-16-titik

jawabannya adalah : jawaban teka-teki 16 titik

Inilah yang disebut berpikir di luar kotak ( think out of the box ) yakni cara berpikir di luar batasan masalah yang ada ataupun cara berpikir dengan menggunakan perspektif yang baru.  Berinovasi, berfikir kreatif diluar kebiasaan, cara berfikir kreatif yang berbeda dari orang-orang pada umumnya bahkan mungkin belum terpikirkan orang lain, berani berfikir lebih jauh, tidak hanya berkutat/terfokus pada apa yang dihadapi dan yang biasa dipikirkan orang lain, memandang persoalan dari sudut pandang yang baru.

Yang dimaksud kotak dalam hal ini adalah perumpamaan pembatasan diri seseorang pada saat melihat suatu permasalahan.

Berpikir di luar kotak  (think out of the box ) menggambarkan kepada kita agar:

  • Jangan berkutat di dalam kotak sehingga masalah tidak akan segera terpecahkan. (Bila perlu) geser sudut pandang terhadap suatu masalah dengan mencari alternatif solusi yang mungkin, eksekusi solusi, evaluasi hasilnya (Inilah langkah-langkah yang dapat diupayakan ketika mengatasi masalah).
  • Untuk memecahkan masalah diperlukan “kreativitas” (tentu ini tidak lepas dari ilham yang Alloh berikan setelah kita beriktiar dan berdoa).  Suatu kreativitas bermula dari keberanian meninggalkan  sesuatu yang konvensional yang hanya punya visi dengan pandangan kacamata kuda.  Kreatifitas juga bisa muncul bila kita mau belajar dan berkomunikasi keluar dan tak lupa memohon ilham kepada-Nya.
  • We Cannot make an “Telor Mata Sapi” without cracking the eggshell.. (Jika ingin membuat telur mata sapi maka kita perlu memecahkan kulit (kerak) telur terlebih dulu.

REALife Academy on Apr 21, 2014 dalam artikel “Kreatif Tiada Henti” menceritakan, ada sebuah perusahaan mengadakan tes terhadap tiga calon salesnya. Tesnya ternyata cukup unik, yaitu menjual sisir di komplek biara Shaolin.

Mengapa unik? Tentu saja karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir.

Karena tingkat kesulitan inilah yang menyebabkan calon sales pertama hanya mampu menjual 1 buah sisir. Itupun karena belas kasihan dari seorang biksu yang iba melihatnya.

Bagaimana dengan calon sales kedua? Ia berhasil menjual 10 buah sisir. Ia tidak menjual kepada para biksu, melainkan kepada para turis yang datang ke biara tersebut. Karena anginnya cukup kencang maka rambut mereka jadi berantakan.

Nah sekarang bagaimana dengan calon sales ketiga? Ternyata ia berhasil menjual 500 buah sisir. Wow…bagaimana caranya? Ia menemui kepala biara kemudian meyakinkannya supaya sisir ini bisa jadi souvenir menarik untuk biara tersebut. Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangannya di atas sisir dan menjadikan souvenir untuk para turis. Sang kepala biara pun setuju…

Seringkali ketika kita menghadapi TANTANGAN dan KESULITAN, maka banyak kali kita cenderung untuk menyalahkan situasi, orang atau barang. Inilah yang terjadi dengan orang pertama sehingga ia gagal. Ia hanya FOKUS dengan kesulitannya sehingga tidak bisa berkembang. Sedangkan orang kedua sudah tidak fokus dengan kesulitannya dan mencoba berpikir abnormal atau di luar kotak. Dan ternyata ia menemukan SOLUSInya, walaupun masih terpaku dengan fungsi dari sisir itu yaitu untuk menyisir rambut.

Yang luar biasa adalah proses berpikir dari orang ketiga. Bukan saja ia tidak terfokus dengan kesulitannya, berpikir di luar kotak, namun dengan kreatif ia berpikir bahwa sisir tidak hanya bisa digunakan untuk menyisir rambut. Nah…inilah cara berpikir orang – orang sukses, yaitu berpikir di luar kotak dan BERPIKIR KREATIF.

Orang yang KREATIF selalu menemukan KESEMPATAN di balik setiap kesulitan. Mulai sekarang mari kita belajar untuk berpikir kreatif seperti orang ketiga. Kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di luar. Namun kita bisa mengendalikan apa yang ada di dalam diri kita.

Anda hanya membutuhkan satu ide yang akan mengubah hidup Anda. Tanyakan itu pada Bill Gates, Mark Zuckerbeck atau JK Rowling. Temukan KESEMPATAN di balik setiap KESULITAN. Jadikan pernyataan ini menjadi semboyan kita, “KREATIF TIADA HENTI” karena dunia ini masih perlu banyak sumbangan ide – ide KREATIF yang cemerlang dari setiap kita supaya kehidupan ini menjadi lebih baik. (http://www.realifeacademy.com/2014/04/21/kreatif-tiada-henti/).

Contoh berfikir dan bertindak kreatif juga seperti dilakukan oleh Nokia. Awalnya Nokia adalah salah satu produsen sepatu di negara Finlandia. Nah, sejak ada kebijakan penggunaan teknologi dan elektronik oleh pemerintah Finlandia, Nokia langsung menangkap adanya peluang dan beralih ke bisnis Handphone.

Demikian pula yang dilakukan brand leader Teh Botol Sosro & Aqua, awal diluncurkannya teh dalam kemasan botol, tanggapan masyarakat pada saat itu sangat negatif dan mereka menganggap itu adalah sesuatu hal yang aneh dan tidak umum, karena pada zaman itu yang dikenal oleh masyarakat kita adalah kalau minum teh ya harus pake teko, pake poci dan dihidangkan pakai cangkir atau gelas. 

Banyak contoh-contoh lain tentang berpikir di luar kotak, atau mungkin pembaca juga sudah kerap melakukannya.

Istilah “Berfikir di dalam kotak” atau “Berfikir di luar kotak” jangan hanya menjadi jargon dan bombastik bahasa.  Yang paling utama ialah bertindak.  Jangan hanya berfikir. Bertindaklah di luar dan di dalam kotak, bukan hanya berfikir di dalam dan di luar kotak.  Kita juga tentu harus memahami “masalah”/hal-hal mendasar yang ada di dalam kotak tersebut sebelum berfikir di luar/keluar kotak. Namun jangan jadikan sang kotak menjadi penghambat untuk melakukan tindakan untuk kemajuan.

Misal, kita adalah seorang pedagang dan mengalami kegagalan atau mungkin banyak pelanggan yang bangkrut dan menunggak. Nah, kalau kita terus berkutat di masalah kegagalan tersebut akhirnya kita buntu dan berfikiran sempit dan ragu untuk melangkah. Cobalah lebih fokus ke depan, pertama kita mengalasisa dan instrospeksi diri atas  kegagalan tersebut, apakah kita kurang doa, apakah kita kurang mendekatkan kepada-Nya, apakah kita kurang hati-hati, kurang amanah, terlibat riba, dsb.

Setelah kita analisa, berusahalah keluar dari kotak masa lalu. Bangkit dan melangkah dengan pandang jauh ke depan (tidak melihat terus ke belakang) dan bertindak melakukan terobosan (breaktrought), seraya terus bermunajat memohon kepada-Nya untuk diberi solusi terbaik dan diberi kemudahan-kemudahan serta jalan keluar pemecahan. Intinya kita perlu husnudzon billah (bersangka baik kepada Allah), insrospeksi, memperbaiki diri atas kekurangan kita & bertindak. Tugas kita adalah  ikhtiar (berubah dan bertindak) serta senantiasa berdoa. Urusan hasil adalah urusan Alloh SWT.

Satoto Agustono, Direktur Pengembangan-PT Pertamina EP menulis dalam karya bukunya yang berjudul “Asa dari Bunyu”, ia menceritakan tentang Elang. Menurutnya, usia elang bisa sampai 70-80 tahun. Namun ketika mencapai usia 35-40 tahun, cakarnya lemah, paruhnya tumpul dan bulunya semakin tebal. Pada saat itu, elang mengalami masa kritis antara hidup dan mati.

Pada masa kritis itulah sebenarnya masa transformasi elang untuk mengganti paruh, cakar, dan bulu-bulu yang sudah tua dan menumbuhkannya kembali.
Dalam proses transformasi tersebut elang mengasingkan diri ke puncak gunung dan tinggal di tepi jurang. Elang pun harus membentur-benturkan paruhnya agar terlepas hingga tumbuh paruh baru sebelum akhirnya mencabut satu per satu cakar dan bulu-bulunya untuk menumbuhkan yang baru.
Proses ini berlangsung selama 150 hari, bila bisa bertahan maka elang akan kuat seperti dulu dan bisa hidup hingga 30 tahun lagi. Satoto menggaris bawahi bawahi “elang saja mau berubah, masa kita tidak!”.

Pernyataan  ” Think out of the boxBerfikir di luar kotak” itu sepertinya bisa dinaikkan 1 tingkat lebih keren, menjadi :  There’s no such box … atau “Jangan berpikir di luar kotak namun Berpikirlah seperti tidak ada kotak“. fuiih… keren, kalau bisa mencapai tingkat ini.

Nah, sebenarnya Islam sudah mengajar tentang berfikir di luar kotak ( think out of the box ) saat “Hijrah” pada tahun 622M, hijah dari Kota Mekah ke Madinah (d/h Kota Yatsrib, 320km/ 200 mil utara mekah). Tindakan ini merupakan sebuah tindakan Revolusi, Reformasi & Perubahan. Rasulullah SAW atas wahyu dari Alloh SWT lewat Malaikat Jibril diperintahkan keluar dari “kotak masalah” penindasan dan kedzaliman pembesar quraisy di Mekah yang tidak mau beriman, menerima syiar Islam, menolak mentah-mentah ajakan dakwah tauhid untuk menyembah hanya kepada satu Tuhan Yang Maha Esa yakni ALLOH SWT, bahkan para pembesar quraisy berkonspirasi untuk membunuh Rasulullah SAW.

 

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂