Takdir Makhluk Telah Ditetapkan Allah, 50 Ribu Tahun Sebelum Penciptaan Langit & Bumi

Takdir MakhlukTelah Ditetapkan oleh Allah 50 ribu tahun sebelum Allah Menciptakan langit & Bumi

Takdir Makhluk Telah Ditetapkan Allah, 50 Ribu Tahun Sebelum Penciptaan Langit & Bumi

Takdir Makhluk Telah Ditetapkan oleh Allah, 50 ribu tahun sebelum Allah Menciptakan langit & Bumi
Takdir Makhluk Telah Ditetapkan oleh Allah, 50 ribu tahun sebelum Allah Menciptakan langit & Bumi

Semua yang terjadi di dunia ini, tidak lepas dari qodar/takdir yang ditetapkan Alloh SWT.  Dalam Hadis Shahih Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ  السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ وَعَرْشُه عَلَى الْمَاء

” Allah telah menulis takdirnya makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan beberapa langit dan bumi.  Dan, arys (singgasananya) Allah di atas air. “

Allah SWT telah menetapkan segala takdir, mencatat takdir semua makhluk, limapuluh ribu tahun sebelum Alloh menciptakan langit dan bumi. Jadi 50 ribu tahun sebelum Alloh menciptakan langit dan bumi (penciptaan langit dan bumi), Alloh SWT sudah punya rencana, punya planning, akan menciptakan ini, akan menciptakan ini, akan menciptakan ini, akan menciptkan ini, akan menciptakan yang namanya tumbuhan, akan menciptakan yang namanya hewan, akan menciptakan yang namanya manusia, akan menciptakan kehidupan manusia dari zaman Nabi Adam s.d hari kiamat, modelnya begini, begini, begini, begini, itu semua catatannya sudah ada.  “Arsy-Nya Alloh di atas air”  itu sebagai pelengkap penjelasan.

Dan, pertama kali yang diciptakan oleh Alloh SWT adalah qolam (pena). Ketika qolam telah diciptakan, Alloh berfirman : “ tulislah!”. Qolam mengatakan : “ maadza aktub ? ” ;  yaa Alloh, apa yang sy tulis?, Alloh berfirman : “tulislah, TAKDIR !”, takdir segala makhluq sampai dengan hari kiamat. Jadi, berarti orang itu kufur, orang itu Islam, orang itu iman, orang itu tidak iman, orang itu diqodar bisa menetapi agama Islam berdasarkan Quran Hadits, semuanya itu adalah qodar dari Alloh. Adapun orang itu diqodar bisa menetapi agama Islam berdasarkan Quran Hadits, itu benar-benar takdir baik.

Termasuk juga, Alloh menciptakan surga & neraka, sebelum diciptakan sudah ditulis dulu, surga itu modelnya kayak apa, neraka itu modelnya kayak apa, siapa-siapa yang nantinya akan masuk surga, siapa-siapa yang akan masuk neraka, sudah ada hitungannya semuanya, merujuk sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Umar Bin Khottob berikut :

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْد اللَّهِ بْن أَحْمَد و حَدَّثَنَا مُصْعَبٌ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ أَنَّ عَبْدَ الْحَمِيدِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّاتِهِمْ } الْآيَةَ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ وَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَعْمَلُونَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ يَعْمَلُونَ

فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ الْعَمَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ النَّارَ

Telah menceritakan kepada kami Rauh, Telah menceritakan kepada kami Malik. Dan Telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah mengabarkan kepadaku Malik, telah berkata Abu Abdurrahman Abdullah Bin Ahmad; Telah menceritakan kepada kami Mush’ab Az Zubairi Telah menceritakan kepadaku Malik dari Zaid Bin Abi Unaisah bahwa Abdul Hamid Bin Abdurrahman Bin Zaid Bin Al Khaththab telah mengabarkan kepadanya dari Muslim Bin Yasar Al Juhani bahwa Umar Bin Al Khaththab ditanya tentang ayat ini: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari punggungnya” (QS Al A’rof ayat: 172). Maka Umar menjawab; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang ayat tersebut, kemudian beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam, kemudian mengusap punggungnya, lalu dari punggungnya (Adam) Allah mengeluarkan keturunan Adam seraya berfirman: “Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam syurga dan mereka beramal dengan amalan penghuni syurga.” Kemudian Allah mengusap punggung Adam dan darinya Allah mengelurkan keturunannya, seraya berfirman; ‘Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka dan mereka beramal dengan amalan penghuni neraka.” Maka bertanyalah seorang sahabat; “Wahai Rasulullah lalu untuk apa beramal?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sesungguhnya Allah apabila menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam syurga, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni syurga, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni syurga, kemudian memasukkannya ke dalam syurga. Dan apabila menciptakan hamba untuk masuk ke dalam neraka, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni neraka, kemudian memasukkannya ke dalam neraka.”

Penjelasan Hadits di atas : sesungguhnya Alloh menciptakan Nabi Adam Alaihi Salam, kemudian Alloh mengusap punggungnya Nabi Adam, keluarlah anak-anak turunnya (begitu diusap oleh Alloh, roh-roh manusia keluar semuanya), ngumpul (berkumpul) di sebelah kanan,  lalu Alloh ta’ala berfirman :

خَلَقْتُ هَؤُلاءِ لِلْجَنَّةِ  وَبِعَمَلِ  أَهْلِ الْجَنَّة يَعْمَلُونَ ِ

    ” Aku (Alloh) Ciptakan (yang gemrudul-gemrudul) keluar dari punggungnya Nabi Adam itu untuk ahli surga dan nanti mereka akan mengamalkan amalan ahli surga “.

Kemudian, Alloh mengusap lagi punggungnya Nabi Adam, ngumpul di sebelah kiri. Kemudian Alloh berfirman:

“Aku ciptakan mereka untuk ahli neraka/jadi ahli neraka, dan dengan amalan ahli neraka itulah mereka beramal”.

Jadi disini sudah jelas, siapa calon-calon ahli surga sudah ditetapkan, siapa calon-calon ahli neraka sudah ditetapkan. Para Shohabat bertanya:   

“Wahai RAsulalloh, kalau begitu buat apa kita beramal?”, “walaupun kita mengepolkan amalan, kalau qodarnya masuk neraka, khan nggak bisa masuk surga?”,”walaupun kita tidak beramal, kalau qodarnya masuk surga, ya masuk surga”? (seolah-olah pertanyaannya begitu). Lantas, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam menjawab :

إِنَّ اللهَ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ ، اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، فَيُدْخِلُهُ بِهِ الْجَنَّةَ… رواه المؤطأ
Sesungguhnya ketika Alloh telah menciptakan seorang hamba untuk masuk surga maka Alloh akan menjadikannya sebagai orang yang mengamalkan amalan-amalanya orang ahli surga, yang dengan  sebab itu Alloh memasukkannya kedalam surga. (HR.Muatho’ Malik)
Jadi, ketika Alloh Azza Wajalla  menciptakan seorang hamba untuk jadi ahli surga maka hamba itu akan mengamalkan amalan ahli surga sampai mati tetep mengamalkan amalan ahli surga, hingga hamba itu dimasukkan ke dalam surga dengan amalnya itu.

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُم تَعْمَلُونَ.

 “Dan demikian itu surga yang diwariskan kepada kalian sebab apa-apa yang kalian amalkan”

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا

“Dan bagi tiap-tiap derajat-derajat (surga) adalah sebab apa-apa yang telah mereka amalkan”

Kemudian kalau Alloh itu menciptakan seorang hamba untuk jadi ahli neraka maka Alloh menjadikan orang itu mengamalkan amalannya ahli neraka sampai matinya dalam keadaan mengamalkan amalannya ahli neraka. Maka Alloh memasukkan orang itu ke dalam neraka.

وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ النَّارَ

Jadi, kepastiannya sudah ada, siapa yang jadi calon ahli neraka, siapa yang jadi calon ahli surga. Salah satu tandanya, adalah kalau ahli surga itu yang diamalkan pasti amalan ahli surga sampai mati, kalau ahli neraka itu yang diamalkan pasti amalan ahli neraka sampai mati. cuma start.nya mulai kapan? mari kita simak hadits berikut :

مِنْهُمْ مَنْ يُوْلَدُ مُؤْمِنًا وَ يَحْيَ مُؤْمِنًا وَيَمُوْتُ مُؤْمِنًا

وَمِنْهُمْ مَنْ يُوْلَدُ كَافِرًا وَ يَحْيَ كَافِرًا وَيَمُوْتُ كَافِرًا

وَمِنْهُمْ مَنْ يُوْلَدُ مُؤْمِنًا وَ يَحْيَ مُؤْمِنًا وَيَمُوْتُ كَافِرًا

وَمِنْهُمْ مَنْ يُوْلَدُ كَافِرًا وَ يَحْيَ كَافِرًا وَيَمُوْتُ مُؤْمِنًا

Minhum man yuuladu mu’minan, wayahya mu’minan, wa yamuutu mu’minan

Waminhum man yuuladu kafiron, wayahya kafiron,  wa yamuutu kafiron

Waminhum man yuuladu mu’minan, wayahya mu’minan, wa yamuutu kaafiron ”

Waminhum man yuuladu kafiron,  wayahya kafiron, wa yamuutu mu’minan

                                                                                                                    ( HR Dawud At Thoyalisiyyu)

Artinya anak turun Nabi Adam itu diciptakan dalam tingkat-tingkat yang berbeda-beda. Diantara mereka ada yang lahir dalam keadaan iman, hidup dalam keadaan iman, mati pun dalam keadaan iman. Maka beruntunglah orang-orang yang diqodar seperti ini. Otomatis ini,  yang lahirnya dalam keadaan “bibit unggul”, lahir dalam keluarga iman, tidak mengalami “waingkanu ming qoblu lafii dholaalim mubiin”.

Yang kedua, Waminhum man yuuladu kafiron, wayahya kafiron,wa yamuutu kafiron. Lahir dalam keadaan tidak iman, hidup dalam keadaan tidak iman, mati pun dalam keadaan tidak iman. qodarnya tidak ketemu hidayah, walaupun tinggal satu rumah, ya nggak kena, nggak tahu.

Yang ketiga, diantara mereka ada yg lahir dalam keadaan tidak iman, hidup dalam keadaan tidak iman, mati dalam keadaan iman. Lahir & hidupnya dlm keadaan tidak iman, tapi kok begitu mau mati dapat hidayah. Ada juga yang begitu insaf jadi orang iman, mati. Ada seorang ibu yang dinasehati, diarahkan, diamar ma’rufi mau, di dalam perjalanan setelah menyampaikan janji imannya qodarnya mati (dalam keadaan mantep, yakin bahwa kalau sy janji jd orang iman, yakin Allah memberi surga). Untung itu! Amalannya sedikit tapi pol.  Dari orang yang lahir tidak iman, hidup tidak iman tapi matinya iman, ada yang kurang 1 thn, kurang 2 th, kurang 10 thn, kurang 20 thn, sebelum matinya sudah iman dulu.  Setelah iman :      

       اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ الْجَنَّةَ

Yang keempat, lahir dalam keadaan iman, hidup dalam keadaan iman, tapi sebelum mati malah tidak beriman, menurut dalil hadits di atas jaminannya pasti orang itu masuk neraka. Ini orang yang rugi, naudzubillah min dzalik.

Kita meyakini sudah dalam keadaan iman, kita berusaha mengamalkan amalan ahli surga, tapi proses selanjutnya kita belum tahu, apakah keimanan kita sampai jeduk mati kita, kita tidak tahu, ya nggak? Oleh karena itu dinasehati supoyo naleni (mengikat, red) kelawan (dengan, red)4 Tali Keimanan” (4TK) : Bersyukur, Berdoa, Mengagungkan & Mempersungguh.

Kita sudah menyaksikan saudara-saudara kita yang mati duluan, matine disaksikan baik, ada mubaligh yang melarat mulai insaf sampai dengan matinya melarat tapi disaksikan baik, waktunya dilonggar-longgarkan kanggo ibadah sehingga semua menyaksikan itu orang baik. Kalau sudah begitu, karuan sudah berhasil, ya nggak? Tapi kalau kita ini, masih dalam teka-teki. Makanya, pertama kali kita harus bersyukur; kita jadi orang Islam, kedua kita harus syukur bisa menetapi Quran Hadits, kita harus syukur kita dalam menetapi keimanan, kita harus syukur ibadah kita ini tertib, teratur, karena bentuk kita ini bentuk yang dibawa Rasulullah SAW.

Kita diperintah Alloh beragama Islam, ini sudah kita tetapi, pedomannya Quran Hadits seperti yang Rosululloh dan para shohabat: “inni uutitum kitaballoh wamitslahu”, “taroktu fiikum amroini lan tadhillu maa tamassaktum bihima, kitabillah wasunnati nabiyyihi SAW” , yaa kita tetapi dll kita dengan hati ridho, dengan hati longgar, dengan hati Karena-Alloh betul-betul menetapinya. Inilah kita yakini sebagai tanda-tanda amalan ahli surga.

Atas hidayah dari Alloh, harus betul-betul kita Agungkan. Kita agungkan itu maksudnya dinomorsatukan, kepentingan QH harus didahulukan daripada kepentingan pribadi & keluarga. Itu namanya Mengagungkan. “adhoma (mengagungkan) ma adhomahulloh (apa yg diagungkan Alloh) , wa soghoro ma soghorulloh (dan mengecilkan apa yg dianggap kecil oleh Alloh). Jadi, jalan hidup kita ini yg kita polkan yaitu netepi ibadah dengan cara menetapi agama.

Kita terus ikhtiar apa saja yg keluar dari Alloh-Rosul kita terima dan kita amalkan sesuai kemampuan kita “fastabiqul khoirot”, “fattaqulloh mastatho’tum”.

Semuanya diniati niat Karena-Alloh.

إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ     رواه النسائ

“Sesungguhnya Alloh yang Maha Luhur tidak akan menerima amalan kecuali amalan yang murni dan amalan itu dicari karena mengharapkan wajahNya.”

Gong nya adalah “mahabbah”/cinta.  Buktinya orang yang meyakini Laailaaha illalloh, harus cinta Alloh, cinta rosul, bisa thaat, dengan begitu : urip sakdermo tidak neko-neko.  Barulah berhasil.

…وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ… سورة النساء اية ١٣

“…Barangsiapa yang thaat Allah dan Rasul-Nya maka Allah akan memasukannya ke dalam surga...”

…وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا…سورة النساء أية ١٤

 Dan barangsiapa yang menentang (tidak thaat) Allah dan Rasul-Nya dan melanggar aturan-aturanNya maka Allah memasukannya ke dalam neraka

…وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ مِن خَيْرٍ تَجِدُواهُ عِندَ اللهِ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيْرٌ.

 Dan apa-apa yang kalian dahulukan dari kebaikan (harta yang di infaqkan) untuk kalian maka kalian akan menjumpainya di sisi Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Melihat dengan apa-apa yang kalian amalkan

وَمَا أَنفَقْتُم مِن شَيئٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ.

“Dan apa-apa yang telah kalian infaqkan dari sesuatu maka Alloh tidak akan menyelisihinya (akan dibalas).”

إِنَّ اللهَ اشْتَرَا مِنَ الْمُؤمِنِينَ أَنفُسَهُم وَأَمْوَلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ.

Sesungguhnya  Allah telah menukarkan diri dan hartanya orang-orang yang beriman, akan ditukarkan dengan surga 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Sumber : Disarikan dari Nasehat salah satu ulama LDII yaitu KH. Kasmudi Assidiqi, SE, M.Ak  

NB : Catatan dari kami,

Dalil-dalil tentang SURGA & NERAKA bukan berarti LDII merasa paling benar sendiri, namun hanya menyampaikan dalil-dalil dari Al Quran dan Al Hadits yang memang bunyinya begitu tentang “bashiron wanadhiron” yaitu kabar baik (surga) dan kabar takut (neraka).

Kita ibadah, memang harus betul-betul yakin apa yang kita kerjakan akan membawa kita ke dalam surga Allah dan selamat dari neraka Allah. Kalau tidak punya keyakinan, bagaimana mungkin kita akan ibadah dengan mantap. Yang terpenting adalah harus ada dalam rule yang dibuat Allah dan Rasul Nya yaitu mengacu kepada pedoman kita yaitu Al Quran dan Al Hadits. PASTI TIDAK AKAN TERSESAT..!!! Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِـهِمَا كِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ نَبِيِّهِ  رواه مالك

“Telah kutinggalkan dua perkara, selama kalian pegang teguh dua perkara ini kalian tidak akan SESAT. Dua perkara tersebut adalah kitabillah  (AlQuran) wa sunnati nabiyyihi (Al Hadits).

Semoga Allah memberikan kefahaman, manfaat dan barokah…aamiin

Kami sangat bersyukur bila tausiyah ini disebar luaskan dan mencantumkan sumber tulisan ini : 

http://www.jabar.ldii.or.id/takdir-makhluk-telah-ditetapkan-allah-50-ribu-tahun-sebelum-penciptaan-langit-bumi/

atau http://goo.gl/Ro8j5x

الحمد لله جزا كم الله خيرا.

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂