Konflik Agama Jadi Sorotan

Konflik Agama Jadi Sorotan

“Harus Diketahui dan Dimengerti Penyebabnya, perlu Klarifikasi Berimbang”

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Teddy Suratmadji mengimbau para jurnalis atau wartawan dalam menulis harus mengerti dan mengetahui persoalan terkait pemberitaan urusan konflik agama. Diimbau pula harus punya alat ukur dalam menyampaikan informasi.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama Abdul Djamil mengingatkan, liputan yang mengadu domba ditulis tidak berimbang dan tendensius adalah salah satu penyebab konflik agama / konflik antar umat beragama. Abdul juga mengimbau media massa dapat menjadi penengah konflik antarumat beragama di Indonesia, yang potensinya cukup tinggi.

Hal di atas menyeruak dalam dialog kebangsaan bertema “Peran Ormas dalam pengembangan dakwah menuju Indonesia yang harmonis, dinamis dan sejahtera”.

Berikut berita lengkapnya di Harian Pikiran Rakyat Edisi Cetak, Hari Ini, Senin 1 Juli 2013, halaman 8

Konflik-Agama
Konflik Agama Jadi Sorotan

 

 Sumber : Harian Pikiran Rakyat Edisi Cetak, Senin 1 Juli 2013, halaman 8

Baiklah, akankah kita biarkan negeri Indonesia tercinta ini terkoyak-koyak karena konflik yang seharusnya tidak terjadi???!

Mari kita kedepankan Ukhuwah Islamiyah (kerukunan antar umat Islam), Ukhuwah Basyariyah (Kerukunan sebagai sesama manusia), Ukhuwah Wathoniyah (kerukunan sebagai sesama bangsa)…Mari Jauhi Konflik Agama, Dekatkan Persamaan, Jauhkan Perbedaan. Para pihak yang berkepentingan, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, jurnalis,  media massa, dll agar menahan diri baik dalam statement maupun tulisan-tulisan.  Bukankah lebih indah bila kita bisa hidup rukun berdampingan tanpa konflik agama.

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *