Inspirasi dari Burung Pelikan Saat Kita Malas Ibadah

Burung Pelikan
Burung PelikanBurung undan atau pelikan adalah burung air yang memiliki kantung di bawah paruhnya, dan merupakan bagian dari keluarga burung Pelecanidae. Makanan pelikan biasanya adalah ikan, namun mereka juga memakan amfibi, crustacea, dan dalam beberapa kasus, burung kecil. Mereka menangkap mangsa dengan memperbesar kantung paruh mereka. Lalu mereka harus mengeringkan kantung tersebut sebelum menelan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Undan).
Tersebutlah sebuah pantai di Amerika sana, tepatnya di Monterei, California. Selama bertahun-tahun di Monterei burung-burung pelikan hidup enak ibarat di surga karena tanpa harus bersusah payah mendapatkan makanan mereka yaitu ikan, mengingat banyaknya pabrik pengalengan ikan saat itu. Saat para nelayan membersihkan tangkapan ikan dan memilah yang kurang bagus, maka para burung pelikan tinggal menyantapnya tanpa harus  kerja keras menyelam memburu ikan di laut. Burung pelikan sebenarnya adalah penangkap ikan ulung, mereka terbang berkelompok di atas gelombang laut dan ketika melihat ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menyekop tangkapan mereka dengan paruh lebarnya.
Seiring waktu berlalu, berhubung ikan-ikan di pantai California mulai berkurang sehingga satu persatu pabrik pengalengan ikan ditutup.  Mulailah para burung pelikan di pantai Monterei ini mendapatkan masalah. Karena kebiasaan bertahun-tahun mereka, sehingga mereka kehilangan naluri berburu dan menjadi malas dan membiarkan dirinya kelaparan.
Para ahli lingkungan hidup di wilayah tersebut mencari cara menolong para burung pelikan tersebut dan akhirnya mereka mendapatkan sebuah solusi untuk diterapkan kepada para burung tersebut.  Para ahli mendatangkan burung pelikan dari daerah lain dan mencampurnya dengan burung pelikan lokal.
Para pelikan pendatang baru itu masih dengan nalurinya sebagai pemburu ikan yang hebat, ternyata tak lama kemudian para burung pelikan lokal yang kelaparan tadi bergabung dan mulai memburu ikan seperti para pelikan pendatang dan naluri berburunya kembali pulih.
Keimanan naik dan turum, hati berubah-ubah. Jika kita menemukan diri kita ada rasa malas ibadah, loyo ibadah, maka selain berdoa seperti : ” Allohumma inni audzubika minal hammi walhazani wal ajzi walkasali walbukhli wadholaiddaini wagholabatirrijaali….” (Yaa Allah, aku berlindung dari susah kecil dan susah besar, dan dari lemah/apes, dan dari rasa malas (kasali), dan dari pelit, dan dari keberatan utang, dan dikalahkan laki-laki lain), dan banyak membaca “Laailaaha illalloh” (Perbaharuilah imanmu dengan membaca Laailaaha illalloh), maka kita perlu belajar seperti burung pelikan lokal yaitu menempatkan diri di sekitar orang-orang shalih, bergaul dengan orang-orang sholih, yang tertib ibadahnya, yang tidak banyak melanggar, perhatikan bagaimana mereka semangat ibadah, pelajari bagaimana mereka berfikir dan bertindak, secara tak terduga insyaAllah kita akan “katepaan” (terkena imbas/tertular) semangat mereka. Para pengurus dan kyai kita selalu nasehat bergaulah dengan orang-orang yang shalih, yang baik, yang tertib ibadahnya, ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, insyaAllah kita akan terbawa wangi, apakah karena mencobanya atau membelinya.
Bila pembaca yang budiman, punya tips lain,  ayo bagi tips nya ya buat pembaca yang lain…
Semoga bermanfaat bagi kita semua..aamiin
(YI). ***
Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

4 Comments on “Inspirasi dari Burung Pelikan Saat Kita Malas Ibadah”

  1. Subhanalloh, Tuhan menjadikan alam semesta dan seisinya sebagai nasehat yang menginspirasi kita untuk selalu menyadari siapa kita dan kemana kita nanti setelah mati sehingga tetap semangat untuk ibadah sampai ajal menjemput kita

    1. Alloh memerintahkan kita “fandzuru” artinya melihatlah sekelilingmu sambil berfikir….banyak yang bisa kita ambil hikmah dan manfaatnya dan menyadari sepenuhnya betapa kecilnya kita dan begitu Maha Besar & Maha Kuasa Alloh SWT yang mengatur alam semesta beserta isinya ini..salam semangat! wa’budd robbaka hatta ya’tiyakal yaqiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *