About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

7 Comments on “Benarkah Sholat di Tempat LDII & Salaman dengan Warga LDII Bekasnya dicuci?”

  1. Saya ngaji di LDII mulai tahun 1981, tidak pernah mendapat ajaran seperti itu. Salaman dengan teman-teman sekolah, guru ya biasa saja. Barangkali ada yang ektrem / fanatik buta sampai ada yang bawa koran untuk duduk ketika naik bis, itu bukan ajaran LDII.
    Sama seperti ketika di pasar saya melihat pedagang yang kebanyakan anggota ormas tertentu, menyembelih ayam tdk secara syar’i. tetapi saya berpikir sehat, tidak ambil kesimpulan bahwa ormas tersebut mengajarkan hal demikian.

  2. dimanakah tempat pengajian LDII di palmerah barat 5,saya non muslim,tp ada rasa niat pingin masuk islam LDII,ini tlp saya 0878 7719 7005,bisa menghubungi saya untuk konsultasi dulu tentang ajaran LDII,karena saya nol sekali tentang islam,tetapi dulu pernah diajarkan huruf hijayah dan cara sholat sama adek angkat aku org LDII jg,terima kasih

  3. saya non muslim,semua fitnah tentang LDII itu bohong,aku punya adek angkat sudah 8thn tinggal 1atap rumah dgn aku,selama ini kami hdp rukun,dan damai saja,tetapi sekarang adek aku pergi entah kemana,hikzzzz,aku pingin ketemu lg ama adek angkat aku,aku dulu pernah diajarkan tentang sholat,aku pingin belajar lebih dlm lg tentang LDII,pulang dedekkkkkkk

    1. Kami, menganut faham tasamuh (saling menghormat dan menghargai). Islam adalah rahmatan lil alamiin. Kita sama-sama satu nusa, satu bangsa dan menyembah kepada Tuhan yang sama, kitab yang sama, Haji ke tempat yang sama, rukun Islam yang sama, rukun Iman yang sama. Urusan perbedaan cara ibadah, lebih elok kita saling menghormati bila ada perbedaan. Mari kita bicara sebagai sesama umat manusia dan sebagai sesama satu bangsa, bukan bicara “pengikut” mana.

      Jangankan dengan sesama muslim, dengan non muslim pun kami saling menghargai. Kami ikut Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan telah melaksanakan kegiatan bersama.

      Jadi why not dengan sesama muslim? dengan non muslim saja kami menghargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *