20.000 Generus Qurani LDII Ikuti Halaqoh Kubro di Surabaya Jatim

Surabaya (25/12). Majelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII bekerja sama dengan DPW LDII Jawa Timur menghelat Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran 2017, Senin (25/12) di Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur dengan tema : “Membangun Karakter Generasi Penerus Bangsa Melalui Pendidikan Tahfidzul Quran”.

halaqoh qubro ldii, generus ldii, generasi qurani
” 20.000 Generus Qurani LDII Ikuti Halaqoh Qubro Tahfidzul Quran di Surabaya Jatim (25/12). (Pic: ldiitv).

Sebelumnya, pada 2016, acara serupa digelar di Jakarta Islamic Center yang diikuti 11.000 penghafal Alquran.

Acara halaqoh kubro yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul.

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan setiap profesional menjadi hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang bagus dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil.

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

“Acara ini menjadi kebanggaan kami, karena untuk pertama kalinya digelar di Surabaya. Sebelumnya, acara ini tiga kali digelar di Jakarta. Peserta yang ikut dalam acara ini berjumlah 20.603 penghafal Alquran,” ujar Ketua Panitia Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran 2017, H. Moch. Amrodji.

Peserta halaqoh, menurut Amrodji, merupakan utusan dari masing-masing DPD LDII se-Jawa Timur. Bahkan dari luar Jawa Timur, seperti Bali, Lombok, Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), dan Samarinda.

Acara ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya MUI Jawa Timur, Pemprov Jawa Timur, dan pengurus Masjid Al Akbar. Bagi LDII, acara ini merupakan syiar untuk mendorong para generasi muda mencintai Alquran, “Kami juga memanfaatkan acara ini untuk bersilaturahim dengan para tokoh agama, ormas, pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya,” imbuh Amrodji. Dengan demikian memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam membangun Indonesia.

Menurut Amrodji, Indonesia pada 2030 memperoleh bonus demografi, di mana 70 persen penduduk Indonesia adalah mereka yang berusia produktif. Namun bonus demografi ini menjadi masalah, ketika pada tahun itu, generasi mudanya tidak memiliki sifat yang religius, “Acara ini untuk mengukur sejauh mana hafalan Alquran para tahfidz. Sekaligus merupakan strategi LDII, untuk melahirkan generasi profesional yang religius,” papar Amrodji.

Program tahfidz Alquran, menurut Amrodji, dilaksanakan pula di sebagian besar DPD LDII di seluruh Indonesia.

Bagi LDII, program tahfidz merupakan salah satu fokus utama pembinaan karakter generasi muda penerus bangsa. Menurut Ketua DPW LDII Jatim Amien Adhy, program DPP LDII untuk menciptakan generasi yang profesional religius, merupakan program jangka panjang. Salah satu praktik mencetak generasi religius, yaitu dengan mengadakan program tahfidz di kabupaten/kota, “Targetnya, kami bisa menghasilkan generasi qurani, yaitu generasi yang berperilaku dan berbudi pekerti sebagaimana yang ada dalam Alquran,” papar Amien.

Amien mencontohkan, peradaban yang agung bisa runtuh dalam sekejap bila masyarakat dan pemimpinnya tidak memiliki ketakwaan terhadap Allah. Hal itu bisa dilihat dalam sejarah Mesir, Persia, hingga imperium Roma. Mereka penguasa dunia dengan peradaban agung, namun hancur karena ditelan kesombongan, kemaksiatan, dan mengingkari Allah, “Dunia saat ini sangat maju dan kian canggih, namun korupsi, penindasan sesama, bahkan menistakan agama. Ini merupakan sejarah yang berulang mengenai ciri-ciri runtuhnya peradaban,” papar Amien.

Hal inilah yang dihindari oleh LDII. Sebagai bagian umat Islam di Indonesia, LDII merasa memiliki tanggung jawab yang besar, agar Indonesia di masa depan adalah Indonesia yang makmur dan berkeadilan, memiliki peradaban besar, sekaligus negeri yang dipenuhi insan-insan yang bertakwa kepada Allah, “Sebagaimana gambaran baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur, negeri yang maju namun penuh pengampunan dan rahmat dari Allah,” ucap Amien.

Dengan menjadi penghafal Alquran, ketika generasi ini sekolah lalu bekerja dan berkarier di berbagai bidang, sifat qurani atau religius ini melekat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ranah profesional mereka, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Amien berharap besar, acara ini merupakan syiar Islam sebagai bentuk kepedulian LDII terhadap Indonesia di masa mendatang, sekaligus penguatan empat pilar bangsa berupa Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Amien juga menambahkan, warga LDII dan masyarakat di Jawa Timur bisa menyaksikan acara ini secara live melalui kanal youtube.com/ldiijatim dan www.ldiijatim.tv, “Agar para orangtua dan generasi muda termotivasi dan memiliki semangat untuk menghafal dan mengamalkan Alquran,” harap Amien.

 

Bantu Share Artikel ini Ya... 🙂

About DPW LDII Jawa Barat

Author dari jabar.ldii.or.id. Silahkan ikuti penjelasan LDII yang sebenarnya di website kami, sekaligus tabayyun dari kami.

View all posts by DPW LDII Jawa Barat →

One Comment on “20.000 Generus Qurani LDII Ikuti Halaqoh Kubro di Surabaya Jatim”

  1. indonsia harus banga dgn pemuda ldii yg berakhlak mulia.alim fakih mandiri.genarasi mas yg sangat dibutuhkan bangsa yg besar.seperti indonesia yg tercinta ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *